SMA Xaverius Pringsewu Humanis cerdas jujur dan melayani

Senin, 26 September 2022

SANTO FRANSISKUS XAVERIUS



Fransiskus Xaverius lahir pada tahun 1506. Ia berasal dari keluarga bangsawan Juan de Jassu, dari Navarra, Spanyol. Ayahnya adalah pejabat tinggi kerajaan dan meninggal tahun 1515. Ibunya adalah seorang ibu yang penuh cinta kepada empat anak mereka. 
Saint Francis Xavier
Fransisco de Jassuy de Javier, nama asli Fransisius Xaverius dan ia adalah anak bungsu. 

Bulan September 1525, saat usia 19 tahun, Fransiskus pergi ke Perancis untuk meneruskan studi. Sebelum berangkat, ia menghadap Uskup Pamplona, dengan harapan bisa menjadi imam di Navarra setelah ia kembali dari studinya.

Di Paris, Fransiskus tinggal di kolose St.
Barbara bersama Pierre Favre (Petrus Faber) teman kuliahnya. Faber seorang anak petani dari Savoie. Kemudian hari datang Ignatius, seorang veteran perang Pamplona. 

Tahun 1530 Fransiskus meraih gelar Magister (Licence ès Artsdan kemudiania belajar ilmu teologi untuk meraih cita-citanya menjadi imam jempolan dan terhormat. Tak pernah terlintas di benak Fransiskus untuk menjadi imam yang sederhana dan miskin di pedesaan. 

Rabu, 21 April 2021

Kamis, 07 April 2016

SEJARAH GM

ROBERTUS FERNANDO
GOA MARIA PADANGBULAN:  Tempat ziarah bagi umat Katolik ini bernama Gua Maria Padangbulan, Sendang Ratu Kenya yang terletak di Desa Fajar  Esuk Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Gua Maria yang menyandang nama “Mariam Perempuan Untuk Semua Manusia” ini sering dijuluki para peziarah sebagai “Lourdes Van Lampung”  karena tak kalah indahnya dengan Lourdes yang asli di Perancis. Jadi, tak bakalan menyesal kalau menjadwalkan Gua Maria Padangbulan menjadi tujuan wisata ziarah rohani Anda saat ini.
Tempat ziarah ini sangat ramai dikunjungi peziarah yang datang dari berbagai tempat, baik dalam maupun luar kota khususnya setiap Mei dan Oktober (Bulan Maria) setiap tahunnya. 
Berdasarkan sejarah yang ditulis oleh Uskup Tanjung Karang, Mgr Andreas Henrisoesanta (Emiritus), tempat didirikannya Gua Maria Sendang Padang Bulan pada mulanya adalah tempat untuk bersembunyi bagi para imam dan masyarakat sekitar pada masa penjajahan Jepang di tahun1942 yang kemudian disusul pada 1949. Saat itu agresi Belanda mulai masuk ke Pringsewu.